Posted by : R0sX_010 Tuesday, December 8, 2020


Selain sql injection, salah satu jenis serangan lainnya yang perlu di ketahui dan diantisipasi bagi web developer adalah berupa web shell injection. Nah, apa itu Web shell injection ?

Web shell ini merupakan kumpulan script  yang dapat mengeksekusi perintah shell. Setiap web shell bentuknya berbeda-beda tergantung dari web server itu sendiri. Misal, jika web servernya apache maka web shell nya berbentuk script PHP dan bentuk script shell nya dikenal dengan PHP shell injection.

PHP shell injection adalah sebuah tindakan untuk melakukan eksploitasi terhadap celah keamanan sebuah website dengan cara menginjeksi Shell hasil pengkodean bahasa PHP terhadap file yang terdapat pada website tersebut yang memiliki kelemahan ataupun kesalahan pemrograman/pengkodean

web-shell-php-injection

Contoh shell yang sudah jadi dan beredar di dunia maya, diantaranya yaitu :

b374k (indonesia)

dQ99-shell

c99 (rusia)

r57

phpShell

itsecteam-shell

Bypass

safeOver

phpShell

itsecteam-shell

Tyrag-Bypass

c100

ASPx

CMD-aspshell

CWShell-Dumper

CGI-Shell

Cara menjalankan web shell, file tersebut harus di sisipkan terlebih dahulu di web server  dalam direktori target. Salah satu, metode upload file adalah Remote File Inclusion atau dikenal dengan disingkat RFI.

Cerita singkat Remote File Inclusion. RFI merupakan metode untuk mengeksploitasi web dengan memanfaatkan file yang sudah ada pada file tersebut untuk mengeksekusi file yang diluar web.

Gambaran contoh sederhananya adalah sebagai berikut. Ada sebuah web yang proses eksekusinya menggunakan satu file yang memanggil file yang lain untuk melengkapinya melalui alamat web, seperti berikut :

http://www.target-web.com/?page=artikel.php

pada alamat diatas, tulisan artikel.php, adalah file php yang akan di masukan kedalam script php untuk di proses. kodenya bisa seperti ini.

<?php

$page=$_GET[“page”];

if($page==””){

include “home.php”;

}

include $page.”.php”;

?>

cerita selanjutnya perintah script php di artikel.php akan di eksekusi di dalam kode tersebut. permasalahan cara diatas adalah memungkinkan orang lain untuk memasukan kode selain artikel.php, isinya bebas.

Teman dari RFI adalah LFI atau Local File Inclusion, yaitu hampir sama dengan RFI, namun bedanya RFI memanfaatkan file diluar web, sedangkan LFI memanfaatkan file yang sudah tersimpan di internal server seperti file sistem  /etc/passwd untuk untuk system operasi linux.

Bagaimana cara untuk melindungi web dari serangan RFI atau LFI ? antisipasi untuk menangkal serang ini diantaranya adalah dengan script yang terupdate, lalu pastikan php.ini register_globals dan allow_url_fopen dinonaktifkan.

Setelah berhasil di simpan di direktori server, maka hacker bisa memanggilnya dengan cara mengakses file tersebut melalui browser, contoh pemanggilannya :

http://www.target-web.com/c99.php

http://www.target-web.com/  — alamat domain target

c99.php — file php shell injection

Terlihat cukup mudah, namun butuh latihan untuk dapat melakukannya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Underground Hacks - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -